Senin, 22 Oktober 2012

Kisah Keajaiban Perang di Gaza, Palestina

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.

http://bimchat.files.wordpress.com/2009/01/gaza-strip-war.jpg

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.

http://images.huffingtonpost.com/gen/13427/thumbs/r-GAZA-large.jpg

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.
http://www.map-uk.org/files/300_idf_soldiers.jpg

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.


PASUKAN "BERSERAGAM PUTIH" DI GAZA

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

SUARA TAK BERSUMBER

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,

“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.

SAKSI SERDADU ISRAEL

Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu? 

SUDAH MELEDAK, RANJAU MASIH UTUH

Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

MERPATI DAN ANJING

Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

KABUT PUN IKUT MEMBANTU

Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

SELAMAT DENGAN AL-QUR’AN

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).

HARUM JASAD PARA SYUHADA

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”

DUA PEKAN WAFAT, DARAH TETAP MENGALIR

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)

TERBUNUH 1.000, LAHIR 3.000

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.

sumber: http://www.sayakasihtahu.com/2010/04/kisah-kisah-keajaiban-perang-di-gaza.html

Jumat, 19 Oktober 2012

Biadab, milisi Syiah Shabihah menyembelih warga sipil muslim dengan bayonet dan melindas mereka dengan truk militer


 

DAMASKUS (Jundullah) – Milisi Syiah Shabihah kembali menampilkan atraksi kebiadaban mereka. Mereka menangkapi warga sipil muslim sunni di desa Arthuz Jadidah, propinsi Damaskus pada Kamis (18/10). Setelah puas menyiksa dan menyembelih para sandera dengan bayonet, milisi Shabihah melindas jenazah mereka dengan truk militer.
Kebiadaban milisi Syiah Shabihah ini bukanlah kejadian pertama kalinya di propinsi Damaskus. Pembantaian dengan cara-cara sangat tidak manusiawi terhadap warga sipil muslim sunni menjadi hobi baru mereka. Apalagi militer rezim Suriah dan milisi Syiah Shabihah terus menerus mendapat pukulan mematikan dari mujahidin Islam dan FSA.
Desa Arthuz Jadidah hanya berjarak beberapa kilometer dari kediaman mufti rezim Suriah, syaikh Ahmad Hassun dan ulama pro rezim Suriah, syaikh Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthi. Para aktivis kemanusiaan dan revolusi Suriah mengecam keras sikap syaikh Al-Buthi yang masih setia membela rezim Asad meski pembantaian terhadap kaum muslimin sunni terjadi di depan hidungnya.




Sumber Artikel: Arrahmah

FSB Rusia serang situs Al Jazeera untuk membantu rezim Alawiyah pimpinan Assad


 

QATAR (Jundullah) - Menurut laporan Reuters, sebuah kelompok cyber teroris menyerang website berita Al Jazeera yang berbasis di Qatar pada Selasa (4/9/2012).
Kavkaz Center yang menggunakan informasi dari Al Jazeera melaporkan bahwa serangan terhadap situs tersebut terjadi pada Selasa (4/9) sekitar pukul 21.50 waktu stockholm.
Selama serangan, pengguna hanya dapat mengakses halaman awal Al Jazeera.  Terdapat latar belakang dari sebuah halaman yang bertuliskan bahasa Arab, menurut Reuters, mengandung kalimat bahwa website tersebut mendukung "kelompok teroris bersenjata dan menyebarkan serta membuat berita bohong".
Selama ini Al Jazeera terlihat sangat gencar meliput pemberitaan mengenai pemberontakan di seluruh dunia Arab dan Qatar, secara terbuka mendukung gerakan oposisi Sunni melawan pemerintah Alawiyah pimpinan Assad.
Aktivis oposisi menuliskan di Twitter bahwa mereka menuduh hacker adalah loyalis Assad.  Sejauh ini pejabat Al Jazeera belum bersedia untuk bekomentar.
Serangan yang dilakukan oleh kelompok yang menyebut diri mereka "al-Rashedon", merupakan gelombang serangan cyber terbaru pada lembaga berita dan perusahaan energi yang dilakukan oleh musuh pemerintah, kelompok militan atau "hacktivis" swasta untuk membuat poin politik.
Babar Mustafa, seorang insinyur perangkat lunak yang bekerja dengan al Jazeera menulis di akun twitternya bahwa DNS yang mengalami masalah sedang diselesaikan oleh provider mereka.
Perlu diingat bahwa sejak 6 Juni 2012, situs berita independen Kavkaz Center juga mengalami serangan DDoS secara terus-menerus dari kelompok cyber teroris FSB Rusia.  Dalam serangan DDos terhadap KC, FSB menggunakan komputer yang terinveksi virus yang disebut "Kaspersky Anti-Virus".
Menurut para ahli, rezim Assad tidak memiliki sarana teknis atau peretas pintar untuk menyerang sebuah website kuat seperti Al Jazeera.  Oleh karena itu, kemungkinan serangan dilakukan oleh sekutu kuat mereka, Rusia melalui tangan FSB.
Alasan lain untuk meyakini bahwa serangan terhadap Al Jazeera dilakukan oleh teroris Rusia menurut KC adalah kenyataan bahwa tak lama sebelum serangan DDoS pada KC, terdapat diskusi di situs-situs Rusia untuk mengambil tindakan melawan portal asing yang tidak dapat dihubungi secara langsung oleh kekerasan FSB, yaitu dengan mengganti DNS mereka.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Sumber Artikel: Arrahmah

Bank AS jadi target peretas Muslim



 Serangan yang dimulai pada akhir 2011 mulai meningkat tahun ini, telah mengganggu situs bank dan jaringan perusahaan, ujar sumber.
Serangan ini digambarkan oleh seorang sumber, mantan pejabat AS, dengan signifikan dan berkelanjutan dan menyebabkan kerusakan fungsional dan signifikan.
Konsumen internet banking Bank of America, tidak bisa melakukan transaksi pada hari Selasa pekan lalu dan JPMorgan Chase pada Rabu juga memiliki masalah yang sama.
Seorang juru bicara Chase mengatakan pada Rabu (19/9/2012) bahwa situs untuk konsumen sebentar-sebentar tidak bisa menyedialan layanan, ia mengakui bahwa ada serangan.  Keesokan harinya (20/9), Chase mengatakan kelambatan terus terjadi, namun akan terus diselesaikan.  Bank of America mengakui bahwa situsnya mengalami kelambatan tetapi tidak mengatakan apa yang menyebabkannya.
Peretas (hacker) Muslim telah menyatakan bahwa serangan itu dipicu oleh video online yang mengejek Nabi Muhammad Salallahu alaihi wasallam.
Sekelompok hacker di Timur Tengah telah mengklaim mereka mengambil bagian dalam masalah di kedua bank tersebut.  Namun, apakah serangan ini mampu menimbulkan kerusakan lebih serius pada jaringan komputer atau mencuri data penting, belum diketahui.
Berbicara kepada NBC, pejabat keamanan AS menuduh bahwa serangan cyber terhadap kedua bank besar AS ini dilakukan oleh Iran.  Tetapi otoritas tidak memiliki bukti untuk menguatkan klaim mereka.
Bank of America, JPMorgan Chase dan Citigroup menolak untuk berkomentar.
Jasa keuangan AS pada pekan lalu memperingatkan bank, broker, asuransi untuk waspada tinggi terhadap serangan cyber setelah Bank of America dan JPMorgan Chase mengalami gangguan.
Serangan seperti ini sangat mengganggu.  Jika sebuah website bank secara berulang kali ditutup, dapat merusak reputasi bank tersebut, mempengaruhi retensi pelanggan dan menimbulkan kerugian pendapatan karena pelanggan tidak dapat membuka rekening atau melakukan bisnis lainnya.

Sumber Artikel: Arrahmah

Video pertempuran 4 mujahid Jabhah Nushrah menaklukkan gedung Markas Besar Tentara Nasional di Damaskus

DAMASKUS (Jundullah) – Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha' akhirnya merilis video operasi spesial dan heroik menaklukkan Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus. Video Bidayat An-Nihayah # 2 (Awal berakhirnya [rezim Nushairiyah Suriah] bagian 2) itu diberi judul Ghazwatu Nasfil Arkan (Serangan meluluh lantakkan Gedung Markas Besar Militer) dan berdurasi 31 menit 35 detik. Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus adalah salah satu pihak yang paling bertanggung jawab atas semua operasi militer, kepolisian dan intelijen rezim Suriah di seluruh wilayah Suriah. Ia juga tempat mengantornya ratusan perwira militer dan ribuan tentara rezim, tempat merencanakan strategi, teknik dan taktik operasi militer rezim Suriah terhadap revolusi rakyat muslim Suriah. Gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus dikelilingi oleh sejumlah markas militer, kepolisian dan intelijen yang penting dan strategis. Survei lapangan terhadap target Video diawali dengan kegiatan mujahidin Jabhah Nushrah melakukan survey lapangan terhadap target serangan. Gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus terletak di depan Umayyah Square. Beberapa puluh meter di sebelah kanannya berdiri kokoh gedung Departemen Pertahanan Suriah. Sekitar dua ratusan meter di sebelah tenggara darinya berdiri kokoh gedung Asrama Perwira Militer. Sekitar seratus meter di sebelah kiri Gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah berdiri tegak gedung stasiun TV Nasional Suriah dan Radio Nasional Suriah, dipisahkan oleh jalan raya. Sekitar dua ratus meter ke arah selatan dari gedung TV dan Radio Nasional berdiri kokoh gedung Markas Keamanan Kriminal. Dan hanya sekitar dua ratus meter di sebelah barat dari gedung Markas Keamanan Kriminal berdiri kokoh gedung markas kesatuan-kesatuan keamanan lainnya. Latihan militer bagi regu mujahid calon pelaku serangan syahid Para mujahidin Jabhah Nushrah yang akan melaksanakan serangan terhadap gedung Markas Besar Tentara Nasional Suriah menjalani latihan yang serius dan keras. Latihan fisik di jalanan dan lahan pertanian mereka lahap dengan tekun. Pembinaan iman dan penguatan mental mereka jalani. Pun latihan militer dengan menggunakan beragam senjata, latihan menyerbu ke dalam gedung dan latihan mundur dari medan pertempuran. Video juga mengabadikan persiapan terakhir saat bom dirangkai dan dimasukkan dalam mobil, serta wawancara terhadap para mujahid yang akan melakukan serangan. Pesan-pesan terakhir para mujahid pelaku serangan Sebelum berangkat melakukan operasi serangan heroik tersebut, keempat mujahid Jabhah Nushrah menyampaikan wasiat terakhir mereka kepada kaum muslimin dan rezim Nushairiyah Suriah. 1. Abu Mush'ab Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya mengatakan: "Adapun kalian wahai orang-orang Nushariyah, Rafidhah yang pendengki! Kami selamanya tidak akan pernah tinggal diam selama jantung kami masih berdetak, selama darah masih mengalir dalam tubuh kami. Kami tidak akan pernah tinggal diam, kami tidak akan pernah tinggal diam, wahai orang-orang Nushariyah, Rafidhah yang pendengki! Kami telah memutuskan untuk mengajukan permasalahan ini dengan warna baru, yaitu warna darah, dengan air baru, yaitu air kemuliaan, dan dengan tekad orang yang bertekad untuk meraih surga." 2. Abu Hafsh Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya berkata: "Ini adalah pesan saya kepada orang-orang Nushairiyah para pendengki dan milisi Syiah Shabihah. (Pada waktu-waktu yang lalu) Kami telah mendatangi kalian dengan mobil-mobil penuh bom uuntuk meledakkan isi perut kalian, dengan para sniper untuk mencabut jantung kalian, dan dengan tubuh-tubuh kami untuk memotong-motong anggota badan kalian. Maka tunggulah kami, karena kami akan mendatangi kalian! Demi Allah Yang tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, sesungguhnya kami adalah sebuah umat yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan. Kami tidak berangkat (dalam operasi serangan ini) kecuali untuk menolong agama Islam ini, menegakkan panji Laa Ilaha Illallahu Muhammad Rasulullah dan menerapkan syariat Allah di muka bumi." Dari atas mobil penuh bahan peledak mujahid yang membawa mobil pertama dan meledakkannya di sisi luar gedung Mabes Tentara Nasional Suriah ini tidak lupa menghasung semangat umat Islam untuk membela Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam yang dinistakan oleh film anti-Islam (Innocence of Muslims). Kepada orang-orang muslim namun tidak membela Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam, mujahid ini mengingatkan, "Saya katakan kepada mereka bahwa demi Allah, mereka akan dimintai pertanggung jawaban pada hari kiamat. Maka mereka tidak akan menemukan jawaban untuk mereka sampaikan kepada Allah dan Rasul-Nya, karena Rasulullah telah dihinakan dengan ucapan-ucapan dan karikatur-karikatur, namun mereka tidak bergerak (untuk membela beliau)." 3. Abu Khalid Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya berkata: "Adapun kalian para musuh Allah, hai orang-orang Nushairiyah dan orang-orang Rafidhah yang murtad, atas kalian laknat Allah, malaikat dan seluruh manusia. Bergembiralah kalian dengan kabar buruk yang akan mendatangi kalian! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan! Bergembiralah kalian dengan pembunuhan, pengusiran dan pembalasan! Demi Allah, dalam membunuh kalian, kami tidak takut celaan orang-orang yang mencela. Beritanya bukanlah hal yang akan kalian dengar, melainkan apa yang akan kalian lihat, insya Allah. Ya Allah, berilah kami taufiq dan ketepatan! Ya Allah, berilah kami taufiq dan ketepatan!" 4. Abu Muhannad Asy-Syami dalam wasiat terakhirnya mengatakan: "Kesyahidan adalah pohon yang ditanam dalam dada seorang mujahid, pohon itu tumbuh dan berkembang dengan matang, sehingga jika telah berbuah dan tiba saatnya untuk memanen, maka Allah akan mengizinkan kepadanya sehingga ia menjadi orang yang syahid dan berbahagia dalam lindungan Ar-Rahman." Tentang sebab keikut sertaannya dalam operasi serangan ini, ia mengatakan, "Sesungguhnya saya melakukan amalan ini, dengan meletakkan tujuanku adalah meninggikan kalimat Laa Ilaaha Illallahu, Yang Maha Suci, Maha Agung urusan-Nya dan Maha Mulia ketetapan-Nya…demi meninggikan panji Laa Ilaaha Illallahu, membela agama Islam ini, membalaskan derita saudara-saudaraku kaum muslimin yang ditindas dan sebagai balasan atas kejahatan-kejahatan yang berulang kali ditujukan kepada sosok Nabi kita, Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam, di berbagai penjuru dunia." Proses pelaksanaan serangan Empat orang mujahid Jabhah Nushrah berhasil menaklukkan Markas Besar Tentara Nasional Suriah di jantung ibukota Damaskus pada Rabu (26/9/2012). Serangan heroik mereka telah mempermalukan militer rezim Nushairiyah Suriah yang didukung oleh para penasehat militer komunis Rusia, pasukan khusus brigade Al-Quds rezim Syiah Iran dan ribuan milisi Syiah Hizbullah Lebanon. Serangan heroik itu dilakukan dalam dua tahapan: 1. Bom syahid dengan mobil pertama Pada pagi hari Rabu tanggal 10 Dzulqa'dah 1433 H bertepatan dengan 26 September 2012 M jam 07.00 pagi, sang ksatria pelaku serangan bom syahid, Abu Muhannad Asy-Syami berhasil membawa mobil bermuatan penuh bom ke arah yang sejajar dengan tembok pagar gedung Markas Besar Tentara Nasional dari arah selatan. Saat ia telah mencapai titik terdekat yang tepat dengan bagian tengah tembok pagar bangunan, ia meledakkan dirinya sehingga mengakibatkan kehancuran hebat di bagian gedung Markas Besar dari arah tersebut. Ledakan berkekuatan dahsyat itu mencapai bagian dalam gedung, menewaskan banyak tentara, melukai banyak tentara lainnya dan menimbulkan kepanikan serta ketakutan luar biasa terhadap tentara yang lolos dari ledakan. 2. Bom mobil kedua dan regu kecil penyerbu ke dalam gedung Sebuah mobil kedua yang juga penuh bom mengangkut regu penyerbu berkekuatan tiga orang mujahid Jabhah Nushrah pelaku serangan syahid; Abu Hafsh Asy-Syami, Abu Khalid Asy-Syami dan Abu Mush'ab Asy-Syami. Mobil itu meluncur ke pintu gerbang utama Markas Besar Tentara Nasional Suriah. Suasana kacau di kompleks gedung dimanfaatkan oleh ketiga orang tersebut untuk memerintahkan para tentara yang piket di pintu gerbang untuk membuka pintu gerbang. Para tentara tersebut mengira ketiga orang itu adalah para perwira tinggi yang bertanggung jawab atas keamanan Markas Besar. Mereka meyakini hal itu setelah melihat ketiga orang itu memakai seragam tentara yang sama dengan seragam yang mereka kenakan. Para tentara yang piket segera membuka pintu gerbang, maka mobil dan ketiga mujahid tersebut masuk ke dalam halaman gedung. Ketiga mujahid itu lantas menembak mati setiap tentara di depan mereka dan mereka mulai menyerbu masuk ke dalam gedung Markas Besar Tentara. Mereka menguasai lantai pertama gedung tersebut, dengan karunia dan pertolongan Allah semata, menembak mati setiap tentara dan perwira yang mereka temui dan kemudian membakar bagian dalam lantai satu gedung. Mereka lantas meledakkan mobil penuh bom yang mereka parkir di pintu gerbang utama dengan remote control dari kejauhan. Akibatnya ledakan keras dan api melahap bagian depan gedung. Kebakaran di bagian depan gedung berlanjut sampai jam 16.00 sore, bahkan setelahnya. Ketiga mujahid itu kemudian naik ke lantai dua gedung untuk menguasai lantai dua. Mereka menembak mati setiap tentara dan perwira yang mereka temukan, kemudian mereka membakar ruangan lantai dua gedung. Setelah itu mereka naik ke lantai tiga dan bertahan di lantai paling atas gedung tersebut, setelah mereka menembak mati semua tentara dalam lantai itu dan para tentara yang berjaga di halaman gedung. Mereka mulai menahan gempuran sengit pasukan rezim Bashar Asad yang berbondong-bondong datang sebagai bala bantuan bagi pasukan di Mabes itu. Ketiga mujahid itu bertahan dalam lantai paling atas gedung dengan menggunakan DShk, roket RPG, senapan mesin dan senapan serbu. Pertempuran sengit berlangsung selama tiga jam penuh, antara sebuah pasukan dengan persenjataan dan amunis lengkap melawan tiga orang mujahid saja! Ya, hanya empat orang mujahid Jabhah Nushrah saja. Namun sungguh jauh perbedaan antara orang-orang yang berperang di jalan thaghut dan orang-orang yang berperang di jalan Allah ta'ala. Pertempuran itu baru berhenti saat masing-masing mujahid berpulang kepada rahmat Allah, semoga Allah menerima mereka dalam barisan para syuhada'. Komunikasi komandan mujahidin dengan ketiga mujahid dalam gedung Mabes Hal baru yang sangat mengesankan dalam video ini adalah komunikasi via HP antara ketiga mujahid yang telah bertempur dan bertahan dalam gedung Mabes dengan komandan mujahidin Jabhah Nushrah yang mengepalai operasi heroik tersebut. Komandan mujahidin meminta ketiga mujahid dalam gedung Mabes untuk menceritakan setiap perkembangan mereka dalam gedung tersebut. Abu Khalid Asy-Syami mulai menceritakan peristiwa sejak mereka bertiga sampai di pintu gerbang gedung sampai mereka berhasil mencapai lantai tiga gedung. "Mereka sangat pengecut dan penakut. Begitu kami memerintahkan mereka untuk membuka pintu gerbang, maka tentara yang berjaga langsung membukakan pintu untuk kami. Mobil bisa kami bawa masuk ke halaman gedung dengan mudah, segala puji bagi Allah semata, "kata Abu Khalid Asy-Syami via HP. Saat mobil yang diparkir di halaman gedung mereka ledakkan dengan remote control dari dalam gedung Mabes dan mereka berhasil membakar ruangan-runganan dan kantor-kantor dalam lantai satu dan dua gedung Mabes, ketiga mujahid itu masih menjalin kontak dan memberitahukan setiap perkembangan kepada komandan mujahidin. Abu Hafsh Asy-Syami dan Abu Khalid Asy-Syami melaporkan dari dalam gedung bahwa jumlah perwira militer dan tentara yang telah mereka tembak mati di lantai satu, dua dan tiga gedung Mabes berjumlah lebih dari seratus orang. Setiap lantai gedung terdiri dari sekitar 26 ruangan dan kantor. Ketiga mujahid itu membakar semua dokumen dan berkas serta isi setiap ruangan dan kantor. Kebakaran melahap seluruh isi lantai satu, dua dan tiga gedung mabes. "Ada banyak peta, berkas, dokumen dan program-program. Al-hamdulillah, kami telah membakar semuanya sampai ludes." Lapor Abu Hafsh Asy-Syami via HP. Ketika ruangan-ruangan dan kantor-kantor di lantai empat mulai mereka bakar, dan baku tembak dengan pasukan rezim Suriah semakin gencar, Abu Mush'ab Asy-Syami mulai memberikan laporan kepada komandan Jabhah Nushrah. Ketiga mujahid itu merasakan pertolongan, ketenangan dan kedamaian dari Allah menghadapi gencarnya hujan peluru pasukan rezim Suriah. "Wahai syaikh, saya bersumpah dengan nama Allah, kami merasakan ketenangan dan kedamaian. Tidak ada kekhawatiran apapun. Alhamdulillh rabbil 'alamin. Allah meneguhkan kami, wahai syaikh." "Allahu akbar. Walhamdu lillah. Allahu akbar. Kami berdoa semoga tempat kembali kalian adalah surga bersama para nabi, shiddiqin, syuhada' dan shalihin."jawab komandan via HP. "Bagaimana suasana pertempuran?" tanya komandan lagi. "Al-hamdulillah, setiap kali mereka mencoba merangsek maju, kami habisi mereka, "jawab Abu Mush'ab Asy-Syami. Sebelum kesyahidannya, ketiga mujahid itu sempat ditanya oleh komandan mujahidin Jabhah Nushrah. "Nanti media massa rezim yang batil, rezim Nushairiyah akan menuduh kalian membunuh warga sipil yang tidak berdosa?" "Demi Allah, wahai syaikh, tidak ada yang kami bunuh selain tentara. Al-hamdulillah kami hanya menembak mati para perwira dan tentara. Al-hamdulillah, kami juga melihat pegawai-pegawai perempuan di gedung yang lain (dalam kompleks Mabes), namun kami tidak menembak mereka sama sekali. Kami tidak membunuh seorang pun dari para pegawai sipil, al-hamdulillah." Jawab Abu Hafsh Asy-Syami. Tembakan semakin gencar terdengar. Ketiga mujahid lantas memberikan wasiat terakhir mereka kepada kaum muslimin. Kembali tembakan gencar terdengar. Setelah itu komunikasi ketiga mujahid di lantai empat gedung Mabes dengan komandan mujahidin terputus. Hasil pertempuran Ketiga mujahidin Jabhah Nushrah di lantai empat gedung Markas Besar akhirnya meraih syahid, insya Allah. Namun rezim Suriah harus mengerahkan ribuan tentara dan terlibat pertempuran dahsyat dengan persenjataan ringan, menengah dan berat untuk merebut kembali gedung tersebut. Baku tembak telah berlangsung lebih dari tiga jam. Namun ribuan tentara rezim Suriah begitu penakut dan pengecutnya sampai-sampai mereka tidak berani menyerbu ke dalam gedung. Mereka menghujani markas mereka sendiri dengan roket RPG dan senapan mesin berat, sehingga kerusakan gedung tersebut semakin parah. Kobaran api semakin besar membakar ruangan-ruangan dan kantor-kantor dalam gedung. Suara reporter stasiun TV Syiah Al-Manar yang menyertai ribuan tentara rezim Suriah nampak jelas bergetar karena ketakutan luar biasa. "Kami saat ini berada di lantai tiga gedung, semuanya terbakar. Pasukan telah menaklukklan lantai satu dan dua, dan kini sedang mencoba untuk merebut lantai empat." kata reporter itu. Dunia internasional mampu melihat bagaimana empat orang mujahid Islam lewat serangan heroik itu mampu mempecundangi kekuatan militer hebat Suriah, Rusia dan Iran di jantung kekuasaan mereka di Damaskus. Sebuah pasukan nasional terpaksa harus mengakui kehebatan tiga orang mujahid yang menduduki gedung Mabes mereka dan memaksa mereka berjuang sangat keras untuk merebutnya kembali. Seakan-akan para mujahid itulah pemilik gedung Mabes empat lantai itu.

Subhanallah, bermodal senapan Klasenkov FSA jatuhkan helikopter rezim Suriah di Pinggiran Aleppo


 

ALEPPO (Jundullah) –Janji Allah menolong orang-orang yang menolong agama-Nya sangat terbukti di medan jihad Suriah. Hanya bermodalkan senapan Klasenkov, mujahidin regu Abu Bakar Ash-Shidiq menembak jatuh sebuah helikopter militer rezim Suriah di Pinggiran Aleppo pada Rabu (17/10).
Regu Abu Bakar Ash-Shidiq adalah salah satu regu dalam kesatuan Kompi Umawiyyin. Kompi Umawiyyin sendiri merupakan bagian dari FSA di propinsi Pinggiran Damaskus. Mereka menembak jatuh helikopter tempur rezim Suriah di desa Al-Bab, pinggiran Suriah pada Rabu (17/10) dengan senapan Klasinkov. Pilot helikopter juga berhasil mereka tangkap hidup-hidup.
Di hadapan dua wartawan, komandan mujahidin regu Abu Bakar Ash-Shidiq menjelaskan proses penembakan helikopter dengan senapan serbu biasa tersebut. Sang penembak menunjukkan letak tembakan yang tepat mengenai bagian vital pada badan helikopter sehingga menyebabkan terbakar dan jatuh ke tanah. Sebuah mobil pick up nampak menyimpan rongsokan bagian-bagian helikopter seperti senapan mesin berat.
Komandan mujahidin juga menunjukkan pilot helikopter yang berhasil mereka tangkap. "Sebagai orang Islam, kami memperlakukan pilot ini secara manusiawi." kata komandan itu kepada wartawan. Di hadapan wartawan, pilot itu mengakui telah membombardir warga sipil muslim yang tak berdosa.
Sungguh benar firman Allah dalam surat Al-Anfal. Bukanlah engkau yang memanah (menembak ) ketika engkau memanah, akan tetapi sebenarnya Allah jualah Yang memanah. Dengan izin Allah semata kemudian tembakan yang jitu, senjata sederhana pun bisa menjatuhkan helicopter tempur musuh.



Sumber Artikel: Arrahmah

Rabu, 17 Oktober 2012

Retas situs pemerintah, Mujahidin kirim kembali surat tantangan kepada Densus 88



Tidak hanya dikirimkan ke forum-forum Jihad dan media massa, tantangan terbuka Mujahidin Indonesia Timur juga dilakukan dengan cara meretas (Hack) 4 situs pemerintahan. Situs-situs tersebut sebagian tidak bisa terbuka dan sebagian lagi terpampang surat Tantangan tersebut dengan background bendera tauhid berwarna hitam.
Mujahidin yang menamakan dirinya pula sebagai Sariyatu Tsa'ri wad Dawaa' (Pasukan Kecil untuk Pembalasan dan Obat Penawar) itu melakukan hacking (meretas) ke situs Pemprov Kaltim, Senin (15/10) malam.
Diantara situs tersebut, http://korpri.kaltimprov.go.id/, http://dispenda.kaltimprov.go.id/, http://arsip.kaltimprov.go.id/ dan http://blh.kaltimprov.go.id/.
Hingga kini, belum ada tanggapan dari pihak pemerintah, baik pemprov Kaltim maupun pihak aparat kepolisian terkait serangan terhadap 4 situs tersebut.
Sebelumnya, Sariyatu Tsari' wad Dawaa' sudah beberapa kali mengeluarkan statement pengakuan operasi serangan, statement pertama dilakukan mengkonfirmasi pertanggung jawaban serangan di Solo dan ketika terjadi penembakan Farhan di Solo. Selanjutnya dilakukan pula konfirmasi terhadap aksi-aksi di Poso.

Sumber Artikel: Arrahmah

Mengenal sosok syaikh Abul Barra' Al-Maqdisi yang gugur dihantam rudal penjajah zionis Yahudi

 
Syaikh Asyraf Shabah, yang lebih dikenal dengan nama panggilan syaikh Abul Barra' Al-Maqdisi, dipastikan sebagai sosok yang ikut gugur bersama syaikh Abul Walid Al-Maqdisi dalam serangan rudal udara penjajah zionis Yahudi pada Sabtu sore (13/10/2012) di Jabalia, Jalur Gaza.
Nama dan sosok beliau barangkali tidak dikenal luas oleh kaum muslimin di luar Palestina, meski beliau adalah seorang ulama, mujahid dan amir jama'ah Anshar As-Sunnah di Jalur Gaza. Keluarga besar syaikh Asyraf Shabah berasal dari wilayah Bait Taima, wilayah Palestina yang dicaplok oleh penjajah zionis Yahudi pada 1948 M. Orang tua beliau membawa keluarganya pindah ke wilayah Jalur Gaza semasa perang tersebut.
Syaikh Asyraf Shabah dilahirkan pada tanggal 29 Desember 1975 di kota Dier Balah, kawasan tengah Jalur Gaza. Sejak kecil beliau tumbuh di atas rasa cinta kepada jihad fi sabilillah, khususnya jihad mengusir penjajah zionis Yahudi. Ketika gerakan Intifadhah pertama meletus di Palestina, beliau mengambil peranan aktif bersama para pemuda muslim di Jalur Gaza.
Pada 1993 M, penjajah zionis Yahudi menangkap dan memenjarakan syaikh Asyraf Shabah dengan tuduhan menjadi anggota Hamas. Saat ia mendekam enam bulan dalam penjara penjajah zionis Yahudi, terjadi penandatanganan perjanjian Oslo antara pihak pejuang Palestina (PLO dengan pimpinan Yasir Arafat) dan penjajah zionis Yahudi.
Para tahanan muslim Palestina di penjara-penjara penjajah zionis Yahudi dibebaskan dengan syarat menanda tangani perjanjian Oslo yang mengakui kedaulatan penjajah zionis Yahudi tersebut. Banyak pemimpin Hamas di penjara Yahudi akhirnya dibebaskan setelah menanda tangani surat persetujuan terhadap Perjanjian Oslo. Namun syaikh Asyraf Shabah bersikeras menolak penanda tanganan terhadap Perjanjian yang sangat zalim tersebut.
Enam bulan kemudian, syaikh Asyraf Shabah dibebaskan oleh penjajah zionis Yahudi. Syaikh Asyraf kemudian memasuki bangku kuliah pada Fakultas Syariah di Universitas Islam di Jalur Gaza. Lulus Fakultas Syariah, beliau hendak menempuh studi pasca sarjana dengan memilih jurusan Ushul Fiqih di Universitas Islam, namun pihak universitas menolak dirinya karena diindikasikan berasal dari kelompok salafi jihadi.
Kegagalan menempuh pendidikan pasca sarjana tidak menyurutkan ketekunan syaikh Asyraf Shabah dalam menuntut ilmu syar'i di luar bangkuu universitas. Beliau akhirnya berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur'an dan mendapatkan sanad bersambung dengan dua jalur periwayatan qira'at sab'ah, yaitu qira'at Hafsh dari Ashim dan qira'at Syu'bah dari Ashim.
Syaikh Asyraf Shabah kemudian keluar dari kelompok Hamas setelah pemerintahan otoritas Hamas tidak juga menerapkan syariat Islam sebagai satu-satunya hukum yang berlaku di wilayah kekuasaannya, Jalur Gaza.
Syaikh Asyraf Shabah kemudian dilarang menyampaikan khutbah-khutbah di masjid-masjid. Setelah itu beliau juga dilarang mengimami jama'ah shalat Tarawih dan witir pada bulan Ramadhan.
Syaikh Asyraf Shabah menyampaikan beberapa kajian di beberapa masjid, juga di rumahnya. Di antaranya beliau memberikan pengajian Syarh Kitab Tauhid, Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyah dan sejumlah pelajaran lainnya. Hal itu masih beliau lakukan meski beliau telah masuk daftar DPO pemerintah otoritas Hamas dan harus berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Kecintaan syaikh Asyraf Shabah terhadap jihad dan mujahidin tidak perlu ditanyakan lagi. Skripsi yang beliau tulis untuk meraih gelar sarjana syariah berbicara tentang keutamaan jihad dan fiqih jihad. Beliau sangat berkesan dengan kisah imam Ahmad bin Hambal yang menangis jika disebutkan perihal jihad. Beliau juga menyukai nasyid-nasyid yang menghasung umat Islam untuk berjihad.
Syaikh Asyraf Shabah memimpin Jama'ah Anshar As-Sunnah, salah satu kelompok mujahidin dii Jalur Gaza. Beliau juga membidani dan menjadi salah satu pimpinan Majlis Syura Mujahidin Serambi Baitul Maqdis. Bersama sejumlah ulama dan komandan Majlis Syura Mujahidin Serambi Baitul Maqdis lainnya, beberapa kali beliau menjadi buronan pemerintah otoritas Hamas. Khususnya setelah mujahidin Majlis Syura Mujahidin Serambi Baitul Maqdis melakukan serangan roket terhadap pemukiman penjajah zionis Yahudi pada awal September 2012 lalu.
Sejumlah murid dan kawan dekat telah menyarankan kepada syaikh Asyraf Shabah untuk mencukur jenggotnya sehingga sosoknya tidak mudah dikenali dan ditangkap oleh aparat keamanan dalam negeri pemerintahan otoritas Hamas. Namun beliau menolak saran itu dengan tegas karena ingin menjalankan sunnah Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa salam.
Sabtu sore (13/10/2012), syaikh Asyraf Shabah dan syaikh Hasyim bin Ali As-Su'aidani mengendarai sebuah motor di kawasan Jabalia, selatan Jalur Gaza. Sebuah pesawat tempur penjajah zionis Yahudi yang berhasil mengendus pergerakan kedua tokoh Majlis Syura Mujahidin Serambi Baitul Maqdis itu segera menembakkan rudal kepada keduanya.
Pada Sabtu sore itu, sepeda motor tersebut terkena tembakan rudal udara penjajah zionis Yahudi dengan telak. Dua pengendaranya terlempar. Syaikh Hasyim bin Ali As-Su'aidani mengalami luka parah, dan sempat dilarikan ke rumah sakit setempat oleh warga muslim Jabalia. Namun nyawa beliau tidak tertolong lagi. Dalam hitungan menit, ulama dan komandan mujahidin yang dikenal luas dengan nama panggilan Abul Walid Al-Maqdisi itu gugur syahid.
Sementara seorang pengendara lainnya terkena ledakan rudal yang lebih telak. Badannya terlempar dari sepeda motor, dengan kepala putus dari lehernya. Masyarakat musliim Jabalia yang mengevakuasi jenazahnya sempat mengalami kesulitan mengenali identitas sang mujahid. Akhirnya, anak--anak dan istri jenazah mujahid itulah yang berhasil memastikan sosoknya. Itulah sosok syaikh Asyraf Shabah, atau lebih terkenal dengan nama panggilan Abul Barra' Al-Maqdisi.
Kepala beliau terputus dari badannya. Namun jenggot lebatnya tidak berubah sama sekali. Sejumlah murid menuturkan, di antara pesan terakhir beliau kepada mereka adalah untuk mengkaji kitab Al-I'tisham, karya imam Abu Ishaq Asy-Syathibi Al-Gharnathi Al-Maliki.
Semoga Allah menerima amal shalih beliau, mengampuni kesalahan beliau dan menempatkan beliau pada surga Firdaus yang tertinggi. Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allahumma'jurna fi mushibatina wakhluf lana khairan minhha.

Sumber Artikel: Arrahmah

Video mujahidin Ahrar Syam dan FSA menghancurkan markas militer Sijar di Pinggiran Idlib


Bidang Media mujahidin Batalion Ahrar Syam akhirnya merilis video operasi serangan terhadap markas militer rezim Suriah di wilayah Sijar, propinsi Pinggiran Idlib pada Senin (15/10/2012).
Serangan tersebut merupakan operasi gabungan mujahidin Batalion Ahrar Syam dan mujahidin kompi Daud dalam Batalion Shuqur Syam (FSA) menghancurkan markas militer rezim Suriah di wilayah Sijar, propinsi Pinggiran Idlib.
Dalam serangan tersebut, mujahidin mengerahkan senapan mesin ringan dan menengah, roket RPG, meriam Howitzer dan sebuah tank hasil rampasan dalam pertempuran terdahulu. Mujahidin mengepung markas militer dan berlindung di balik beberapa bangunan sekitar markas militer Sijar. Tank dan meriam Howitzer mujahidin mengambil posisi di wilayah lahan pertanian yang dipenuhi oleh pepohonan.
Serangan dilakukan pada Senin sore (15/10/2012) dan pertempuran berlangsung dengan sangat sengit. Empat buah tank dalam markas militer Sijar berhasil dihancurkan oleh mujahidin dengan roket RPG dan tembakan tank. Kebakaran dan ledakan hebat keempat tank itu mempercepat kehancuran markas militer yang telah dihujani tembakan senapan mesin, roket RPG, tembakan mortar dan tembakan tank mujahidin.
Dengan izin dan pertolongan Allah semata, mujahidin berhasil menghancurkan markas militer Sijar yang berlumuran darah kaum muslimin propinsi Pinggiran Idlib. Selain kehancuran empat tank dan markas militer Sijar, sebanyak 25 tentara rezim Suriah tewas dalam pertempuran. DI pihak mujahidin, Abu Qais Asy-Syami dan Abu Islam Asy-Syami gugur sebagai syahid. Semoga Allah menerima mereka dan menempatkannya dalam surga Firdaus yang tertinggi.

Sumber Artikel: Arrahmah

Kisah eksklusif Syaikh Usamah bin Ladin # 3: Suka duka Syaikh Usamah di medan jihad Afghanistan


 Pada kisah sebelumnya, syaikh Aiman Azh-Zhawahiri telah menceritakan hubungan erat syaikh Usamah bin Ladin dengan para ulama Afghanistan dan Pakistan. Pada kisah kali ini, syaikh Aiman menceritakan suka duka syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah dan keluarganya di medan jihad Afghanistan, sejak masa jihad melawan komunis Uni Soviet sampai masa invasi salibis AS dan NATO ke Afghanistan.
Untuk pertama kalinya pula, hubungan syaikh Usamah dengan tanzhim Ikhwanul Muslimin terungkap ke publik internasional. Syaikh Usamah juga pernah mengalami beberapa kondisi kritis yang hampir saja membuat beliau meninggal.
Saat syaikh Usamah dikeluarkan dari organisasi Ikhwanul Muslimin
Hubungan syaikh Usamah bin Ladin dengan para ulama mengingatkan saya akan hubungan beliau dengan organisasi-organisasi Islam. Seperti sudah saya sebutkan sebelumnya bahwa syaikh Usamah bin Ladin adalah seorang yang sangat lembut perasaannya dan mudah meneteskan air mata. Tapi syaikh Usamah bin Ladin juga seorang yang humoris, beliau menyukai guyonan segar dan canda yang bersih serta menambahkan kegembiraan dalam majlisnya. Tentang hal ini, insya Allah, suatu saat nanti akan kita bicarakan pribadi syaikh Usamah bin Ladin dari sisi ini.
Syaikh Usamah bin Ladin ---sambil bercanda--- mengatakan, "Saya ini orang yang diusir (dikeluarkan, pent) dari organisasi (tanzhim) saya. Saya dahulu berada dalam tanzhim Ikhwan (Ikhwanul Muslimin, pent), lalu saya diusir. Jadi saya ini adalah salah seorang yang diusir dari organisai-organisasi."
Syaikh Usamah bin Ladin dahulu merupakan anggota Ikhwanul Muslimin di Jazirah Arab. Ketika Rusia (Uni Soviet, pent) mulai menginvasi Afghanistan, syaikh Usamah segera berangkat ke Pakistan untuk mengenal secara dekat mujahidin dan membantu mereka. Organisasi Ikhwanul Muslimin memberikan taujihat (arahan-arahan) ---kalian tentu mengetahui apa itu taujihat organisasi Ikhwanul Muslimin--- kepada beliau, "Janganlah engkau bepergian melebihi Lahore. Engkau harus mendatangi kantor Jama'at Islami (organisasi Islam d Pakistan yang didirikan oleh  syaikh Abul A'la Al-Maududi, pent)--- di Lahore. Di Lahore itulah engkau harus memberikan bantuan-bantuan dan sumbangan-sumbangan. Nanti mereka yang akan menyampaikannya kepada mujahidin Afghan). Setelah itu engkau harus pulang (ke Arab Saudi)!"
Tentu saja syaikh Usamah berangkat (ke Lahore). Tapi syaikh Usamah bin Ladin tidak puas. Syaikh Usamah telah menemukan jalan menuju Peshawar, dan menemukan jalan untuk menuju mujahidin dan bergabung dengan mujahidin. Maka beliau memulai aktivitasnya bersama mujahidin dan masuk ke Afghanistan.
Organisasi Ikhwanul Muslimin telah memperingatkan beliau dengan mengatakan, "Kami sudah mengatakan kepadamu jangan pergi kecuali ke Lahore, ke kantor Jama'at Islami. Tapi kamu malah berangkat ke Peshawar. Kamu bahkan menyeberangi perbatasan dan masuk ke Afghanistan. Jika kamu telah masuk Afghanistan, lalu engkau tertangkap di Afghanistan, kamu ini warga Arab Saudi. Jika kamu tertangkap di Afghanistan padahal kamu warga Arab Saudi, maka Rusia akan membuat problem diplomasi yang besar dengan pemerintah Arab Saudi."
Begitulah mereka membuat rangkaian cerita, satu cerita di atas cerita lainnya. Inti akhir cerita itu adalah engkau jangan berjihad di Afghanistan. Jihad kamu adalah menyerahkan bantuan keuangan di Lahore, cukup.
Syaikh Usamah bin Ladin berkata kepada para pimpinan organisasinya, "Ini tidak bisa."
Mereka mengatakan, "Kalau begitu, engkau dipecat."
Syaikh Usamah menjawab, "Baik, jika begitu saya dipecat."
Syaikh Usamah, muara semua kelompok dakwah dan jihad
Setelah syaikh Usamah bin Ladin dipecat dari organisasinya, Allah membukakan bagi beliau jihad. Syaikh Usamah bin Ladin mulai menjadi muara pertemuan organisasi-organisasi Islam. Beliau mulai menjadi tokoh yang disambut dan diterima luas di tengah kaum muslimin dan mujahidin.
Sebelumnya saya pernah menceritakan bahwa ketika saya pergi dan mengunjungi beliau di tempat tinggal beliau yang dahulu disebut Suraqah, di pinggiran Jalalabad sebelum Jalalabad ditaklukkan oleh mujahidin, pada waktu itu saya mendapati ikhwan-ikhwan dari seluruh organisasi dan elemen umat Islam. Mereka semua bekerja di bawah kepemimpinan syaikh Usamah. Syaikh Usamah mengarahkan mereka kepada kebaikan. Saya sampai mengatakan bahwa saya iri dengan keutamaan ini dan karunia Allah kepada beliau sehingga beliau diterima secara luas oleh kaum muslimin.
Yang penting, setelah pertempuran-pertempuran di wilayah Jaji dan nama syaikh Usamah melambung lewat pertempuran-pertempuran tersebut, syaikh Musthafa Masyhur rahimahullah, mursyid (pemimpin tertinggi) Ikhwanul Muslimin datang ke Peshawar dalam sebuah acara kunjungan. Syaikh Musthafa Masyhur rahimahullah juga menemui syaikh Usamah bin Ladin.
Syaikh Usamah telah bercerita kepada kami tentang isi pertemuan itu. Syaikh Musthafa Masyhur rahimahullah berkata, "Wahai Usamah, engkau telah meninggalkan ikhwanmu (saudara-saudara dalam organisasi Ikhwanul Muslimin) dan justru bergabung dengan ikhwanmu (saudara-saudara muslim yang berjihad di Afghanistan). Padahal ikhwanmu yang pertama lebih layak mendapat perhatianmu dari ikhwanmu yang kedua."
Syaikh Usamah meminta maaf dan mengajukan alasan dengan sopan dan lembut. Beliau berkata kepada syaikh Musthafa Masyhur rahimahullah, "Saya sekarang ini telah diterima oleh seluruh organisasi Islam dan seluruh aliran perjuangan Islam. Hal ini lebih banyak membantu saya dalam bekerja. Barangkali inilah yang lebih utama bagi saya." Syaikh Usamah meminta maaf dengan lembut.
Maka jika disebutkan organisasi-organisasi Islam, syaikh Usamah bercanda, "Saya ini hanyalah orang yang dipecat dari sebuah organisasi."
Pahit getir pengalaman Syaikh Usamah dan keluarganya di medan jihad
Saya ingin menceritakan secara singkat hubungan syaikh Usamah bin Ladin dengan organisasi-organisasi Islam dan Imarah Islam Afghanistan. Namun sebelum saya menceritakan hubungan beliau dengan Imarah Islam Afghanistan, ada satu sisi cemerlang dalam kehidupan syaikh Usamah bin Ladin yang ingin saya ceritakan. Barangkali banyak pihak yang belum mengetahui sisi yang satu ini. Sisi tersebut adalah kesulitan-kesulitan pribadi beliau dan keluarga beliau di jalan Allah. Masyarakat Islam barangkali belum mengetahui sisi ini, atau barangkali mereka mengetahuinya secara global saja, sementara rincian pengalaman pahit getir beliau dan keluarga beliau barangkali masih memerlukan penjelasan.
Malaria ganas semasa jihad melawan komunis Rusia
Syaikh Usamah bin Ladin menghadapi banyak sekali kesulitan dan tantangan di medan jihad fi sabilillah. Kita berdoa kepada Allah Ta'ala semoga meninggikan derajat beliau di surga yang tertinggi dan menerima dari beliau segala curahan pengorbanan beliau di jalan Allah. Bagi syaikh Usamah bin Ladin, dunia ini tidak ada nilainya sama sekali. Syaikh Usamah bin Ladin itu seperti yang digambarkan oleh seorang penyair:
Jika telah berkeinginan, ia letakkan tekadnya di depan matanya
Disingkirkannya perhitungan resiko ke sampingnya
Tidak diambilnya saran kecuali dari pedangnya
Tidak ia ridhai kawan selain gagang pedangnya
Syaikh Usamah adalah seseorang yang jika telah memiliki keinginan, maka keinginannya secara total. Jika beliau telah mantap, maka beliau mantap secara total. Jika beliau memberi, maka beliau memberi secara total. Beliau telah mantap dengan persoalan jihad di jalan Allah, maka beliau memberikan segalanya untuk persoalan jihad.
Kondisi tersebut sangat kontras dengan kehidupan pribadi syaikh Usamah. Kehidupan syaikh Usamah bin Ladin bukanlah kehidupan yang enak dan mewah. Justru kehidupan beliau penuh dengan kesusahan, kesempitan dan kesulitan-kesulitan.
(أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُواْ الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم مَّسَّتْهُمُ الْبَأْسَاء وَالضَّرَّاء وَزُلْزِلُواْ حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ)
Apakah kalian mengira bahwa kalian akan masuk surga, padahal belum datang kepada kalian (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kalian? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (QS. Al-Baqarah [2]: 214)
Saat berada di pegunungan Tora Bora, syaikh Usamah bi Ladin selalu mengulang-ulang ayat ini. Beliau berkata, "Wahai ikhwah, katakanlah
(مَتَى نَصْرُ اللّهِ)
"Bilakah datangnya pertolongan Allah?"
Beliau merasa optimis dengan kesudahan dalam ayat tersebut
(أَلا إِنَّ نَصْرَ اللّهِ قَرِيبٌ)
"Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat."
Syaikh Usamah bin Ladin menghadapi berbagai kesukaran. Di antara kesukaran yang dialami oleh syaikh Usamah bin Ladin dan diceritakannya kepada kami, adalah pada waktu masih masa jihad melawan Rusia. Saat itu ibukota Kabul belum ditaklukkan oleh mujahidin. Syaikh Usamah bin Ladin sangat menginginkan untuk melakukan serangan besar guna menaklukkan Kabul. Syaikh USamah mengumpulkan seluruh organisasi jihad dan bersama mereka mengatur sebuah program besar untuk mengepung Kabul dan menaklukkan Kabul. Untuk keperluan proyek ini, syaikh Usamah telah menginfakkan harta dalam jumlah yang sangat besar untuk persenjataan, perbekalan dan pasukan mujahidin serta membuka jalan-jalan menuju Kabul.
Artinya, syaikh Usamah telha mencurahkan seluruh usaha dan waktunya untuk keperluan proyek ini. Dalam sebuah perjalanan yang beliau tempuh untuk menjalankan proyek ini, beliau melakukan sebuah perjalanan jihad. Sebagiamana sudah saya katakan sebelumnya, saya tidak mengetahui syaikh Usamah bin Ladin melakukan sebuah perjalanan jauh kecuali untuk jihad dan melayani islam, semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada beliau.
Pada waktu itu musim dingin. Salju sangat tebal, udara sangat dingin dan membeku. Rute jalan terputus dari rombongan syaikh Usamah bin Ladin karena begitu tebal dan lebatnya salju. Beliau dan orang-orang yang menyertainya tidak bisa lagi berjalan maju maupun berjalan mundur. Kondisi seperti ini sangat kritis, tentu saja orang yang mengenal alam salju, alam pegunungan dan kondisi seperti itu akan bisa memahami kritisnya kondisi tersebut.
Syaikh Usamah dan orang-orang yang menyertainya memutuskan untuk meninggalkan kendaraan dan kembali berjalan kaki, barangkali mereka bisa menemukan sebuah tempat berlindung dari salju tebal dan hawa dingin yang terlalu dingin tersebut. Kata syaikh Usamah, "Saat itu seluruh wilayah tertutup oleh salju dan hawa dingin."
Intinya, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengaruniakan kepada mereka sebuah rumah terpencil, yang ternyata dihuni oleh dua orang mujahid atau dua warga Afghan, di tempat yang sangat terisolasi tersebut. Hal itu merupakan rahmat Allah bagi mereka, karena mereka sudah hampir mati di guna tengah belantara salju tersebut. Maka mereka berlindung di rumah tersebut bersama dua orang mujahid penghuni rumah tersebut.
Dua orang mujahid itu berkata kepada mereka, "Kami di sini telah terputus dari jalan. Semua jalan telah terputus. Tidak ada lagi jalan menuju jalan-jalan lain dan desa-desa lain. Kami bersabar di sini sampai salju berakhir, sampai salju mencair, setelah itu jalan akan kembali terbuka."
Hal itu merupakan sebuah penderitaan tersendiri. Tapi ujian bagi syaikh Usamah bin Ladin diitambah lagi, insya Allah akan meninggikan derajat beliau. Dalam masa tersebut syaikh Usamah bin Ladin mengalami sakit malaria yang sangat berat. Syaikh Usamah bin Ladin menceritakan sendiri kepadaku bahwa malaria tersebut telah membuat kondisi beliau begitu payah. Sampai-sampai beliau kencing darah.
Tentu saja saudara-saudara kami para dokter mengetahui bahwa kencing darah saat sakit malaria merupakan pertanda yang sangat gawat. Seringkali hal itu disertai dengan demam malaria yang berlipat kali sehingga bisa menyebabkkan kematian. Dalam dunia kedokteran, gejala itu disebut "demam air hitam", yaitu sebuah gejala yang sangat berbahaya dalam sakit malaria, yang menunjukkan kerusakan hemoglobin dan kemunduran total kekebalan tubuh.
Intinya, syaikh Usamah di tempat yang terisolasi tersebut, di tengah belantara salju yang memutus semua jalan, dalam cuaca sangat dingin, dalam salju tersebut, terkena penyakit malaria yang sangat ganas. Beliau bercerita, "Saya hampir-hampir mati."
Ikhwan-ikhwan yang menyertainya berusaha mencarikan obat untuk beliau, atau mengoobati beliau. Dalam rumah itu ada seekor ayam betina, ayam betina itu memiliki beberapa anak. Mujahid pemilik rumah itu sangat serius mempertahankan induk ayam itu dan anak-anaknya. Maka ikhwan-ikhwan berusaha melunakkan hati mujahid pemilik rumah tersebut. "Biarkanlah kami menyembelih ayam ini untuk orang sakit yang hampir mati ini."
Tapi mujahid pemilik rumahh itu tidak setuju. Maka ikhwan-ikhwan menaikkan tawaran harga berlipat-lipat kali sehingga akhirnya laki-laki itu mau menerimanya. Ikhwan-ikhwan kemudian menyembelih ayam tersebut. Kemudian Allah Subhanahu wa Ta'ala mengaruniakan kesembuhan kepada syaikh Usamah bin Ladin dari malaria ganas tersebut.
Tentu saja ikhwah-ikhwah mujahidin yang mengenal syaikh Usamah bin Ladin dan bergaul dengan beliau pada saat itu mengetahui persis betapa kesehatan syaikh Usamah bin Ladin masih sangat lemah. Sampai-sampai dalam pertempuran-pertempuran di Jalalabad, beliau beberapa kali jatuh pingsan karena badan beliau yang kurus kering. Beliau harus mendapat tambahan asupan gizi. Saya juga masih ingat waktu itu putra beliau, Abdullah, terkena penyakit asma. Abdullah saat itu menyertai ayahnya dalam front pertempuran di Jalalabad. Saya masih ingat pernah satu kali saya menyuntik Abdullah dengan suntikan obat asma. Jadi saat itu kondisi kesehatan syaikh Usamah lemah sekali.
Naik turun gunung terjal pasca invasi salibis AS-NATO ke Afghanistan
Di antara pengalaman-pengalaman yang masih saya ingat tentang penderitaan syaikh Usamah bin Ladin dalam jihad adalah saya masih ingat suatu pengalaman ketika saya bersama beliau setelah penjajah salibis AS menginvasi Afghanistan. Saat itu kami berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya.
Saat itu kami berpindah-pindah dalam kegelapan malam. Perjalanan kami pada malam itu mengharuskan kami untuk menuruni sebuah gunung yang terjal. Kami berjalan menuruni gunung tersebut sekitar empat jam lamanya. Tentu saja dalam kegelapan tersebut kami tidak boleh menyalakan api, baterei atau cahaya apapun sehingga desa-desa di sekitar gunung itu tidak akan melihat cahaya di atas gunung. Jika melihat api atau cahaya di gunung, penduduk desa-desa sekitar gunung tentu akan bertanya-tanya, "Siapa orang-orang yang bergerak di atas gunung itu?
Begitulah. Tentu saja kalian mengetahui pandangan hamba yang faqir ini (syaikh Aiman Azh-Zhawahiri memakai kaca mata minus, pent), pandangan matanya seperti yang sudah kalian semua ketahui.
Adapun syaikh Usamah bin Ladin, bagi orang yang belum mengenal beliau, (saya beritahukan) bahwa beliau melihat dengan satu mata. Salah satu mata syaikh Usamah bin Ladin sudah tidak bisa digunakan untuk melihat sejak masa kanak-kanak, akibat sebuah kecelakaan pada salah satu mata beliau sehingga mata tersebut tidak bisa digunakan untuk melihat lagi.
Seorang penonton yang cerdas bisa memperhatikan ada video yang memperlihatkan syaikh Usamah bin Ladin berlatih menembak pada hari raya Idul Fitri. Video tentang syaikh Usamah bin Ladin itu beredar luas. Orang yang memperhatikan dengan cermat akan melihat syaikh Usamah bin Ladin meletakkan senjata di bahu kirinya, padahal syaikh Usamah bin Ladin bukanlah orang yang kidal. Syaikh Usamah tetap menggunakan tangan kanannya, namun karena mata kanan syaikh Usamah tidak bisa untuk melihat, maka beliau mengincar targetnya dengan mata kirinya.
Dalam kegelapan malam itu, syaikh Usamah hanya melihat dengan satu mata, sementara gunung yang kami turuni atas takdir Allah penuh dengan batu-batu kecil yang sudah tua. Telapak kaki kami seringkali terpeleset di bebatuan tersebut di tengah malam yang gelap tersebut, kami tidak bisa melihat dengan jelas dan kami juga bukan penduduk gunung tersebut. Dalam menuruni gunung tersebut, kami menghadapi kesulitan yang serius. Kami berdoa kepada Allah semoga menerima amal kami dan amal kaum muslimin.
Intinya, setelah berjalan beberapa lama, kami duduk untuk istirahat. Syaikh Usamah bin Ladin berkata, "Maaf, tolong Anda menjauh sedikit dariku." Saya katakana, "Baik, saya akan menjauh." Ternyata syaikh Usamah ingin menjulurkan kakinya. Lalu syaikh Usamah bertanya kepadaku, "Tahukah Anda kenapa saya mengatakan kepada Anda untuk menjauh sedikit dariku?" Saya balik bertanya, "Kenapa?" Syaikh Usamah menjawab, "Saya tadi terjatuh dalam kegelapan, dan tulang betis saya jatuh di pinggir sebuah batu tua, lalu seluruh badanku terjatuh di atasnya. Sakitnya sangat terasa, sampai-sampai saya mengira betiisku telah patah. Namun Allah Subhanahu wa Ta'ala menyelamatkan saya, dan ternyata betis saya tidak patah." Maka saya berkata, "Segala puji bagi Allah Yang telah menyelamatkan Anda."
Bersambung, insya Allah…

Sumber Artikel: Arrahmah

Dunia Tengah Berubah..(The World have change)

video prediksi perkembangan Muslim di Eropa

Subhanllah.............